Bandarlampung – Lonjakan volume sampah selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) kembali terjadi di Kota Bandar Lampung. Kondisi ini dinilai menunjukkan belum optimalnya kesiapan infrastruktur persampahan dalam mengantisipasi peningkatan aktivitas masyarakat dan kunjungan dari luar daerah.
Sekretaris Komisi IV DPRD Provinsi Lampung, Yusnadi, mengatakan peningkatan volume sampah pada masa libur panjang sebenarnya sudah dapat diprediksi.
“Kalau ritmenya untuk kenaikan volume, itu sudah pasti. Apalagi sekarang situasinya libur, volume orang juga banyak, dan tiap tahun polanya memang seperti ini,” ujarnya (2/1).
Menurut Yusnadi, dengan pola yang terus berulang setiap tahun, seharusnya Pemerintah Kota Bandar Lampung sudah memiliki langkah antisipasi yang matang. Ia menilai penguatan infrastruktur sampah perlu dilakukan, mulai dari penambahan personel kebersihan hingga percepatan penanganan di kawasan publik yang rawan terjadi penumpukan.
“Harusnya ini diantisipasi, terutama kaitannya dengan pengunjung dari luar Lampung yang datang saat liburan,” katanya.
Ia juga menekankan pentingnya penempatan petugas secara cepat di wilayah-wilayah tertentu yang kerap terdampak.
“Personel yang berkaitan dengan Pemkot itu mesti ditambah dan bisa cepat ditempatkan di daerah-daerah yang memang rawan, supaya sampah tidak menumpuk,” lanjut Yusnadi.
Yusnadi menilai persoalan ini berkaitan erat dengan perencanaan infrastruktur Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Menurutnya, jika pola penumpukan sampah sudah diketahui terjadi setiap tahun, maka pembangunan dan penataan TPA harus menjadi prioritas.
“Artinya, perencanaan pembangunan TPA itu harus diprioritaskan. Jangan sampai tiap tahun polanya sama, tapi tidak ada perencanaan yang matang,” tegasnya.
Ia juga mengimbau masyarakat agar lebih tertib dalam membuang sampah. Ia mengingatkan bahwa titik-titik penampungan telah disediakan di lingkungan oleh Pemkot dan harus dimanfaatkan dengan baik. Kalau sudah terpusat, petugas tinggal membawa ke penampungan sementara sampai ke penampungan akhir. Itu bagian dari sistem yang harus kita jaga bersama,” tutupnya. (*)












