Klaim BPJN Diragukan, Jalan Nasional Masih Dipenuhi Lubang

Ilustrasi

Bandar Lampung — Klaim Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Lampung yang menyebut penanganan 79,75 persen lubang di jalan nasional telah selesai dinilai tidak sejalan dengan kondisi di lapangan. Sejumlah ruas jalan justru masih dipenuhi lubang besar yang membahayakan pengguna jalan.

Salah satu titik yang dikeluhkan pengendara berada di jalur Tegineneng menuju Kota Metro. Pantauan di lokasi menunjukkan kerusakan jalan masih cukup parah. Lubang-lubang dalam tersebar di berbagai titik dan memaksa pengendara memperlambat laju kendaraan untuk menghindari kecelakaan.

Kondisi ini semakin berbahaya pada malam hari karena minimnya penerangan. Banyak lubang yang tidak terlihat oleh pengendara hingga akhirnya menghantam lubang di badan jalan.

Suyanto (38), warga Simbaringin, Kecamatan Tegineneng, Kabupaten Pesawaran, mengatakan kecelakaan akibat lubang jalan kerap terjadi di ruas tersebut. Ia menilai pernyataan BPJN yang menyebut mayoritas lubang telah diperbaiki tidak sesuai dengan kondisi nyata.

“Lubangnya dalam dan banyak. Sudah sering motor jatuh. Pernah kejadian sekitar jam delapan malam, motor terpental kena lubang itu. Kalau dibilang sudah diperbaiki, kenyataannya masih banyak yang rusak,” kata Suyanto saat dikonfirmasi, Senin (9/3/2026).

Menurutnya, kondisi jalan tersebut sudah lama dikeluhkan warga, namun perbaikan belum terlihat signifikan. Padahal jalur tersebut merupakan jalan nasional yang cukup padat dilalui kendaraan.

“Jangan tunggu korban lagi. Ini jalan nasional, harusnya cepat diperbaiki sebelum Lebaran,” ujarnya.

Sebelumnya, Kepala BPJN Lampung, M. Ali Duhari, menyatakan progres penanganan lubang di jalan nasional di Provinsi Lampung telah mencapai 79,75 persen. Dari total 7.174 titik lubang yang terdata, sebanyak 5.721 titik disebut telah ditutup.

BPJN juga mencatat panjang jalan nasional di Lampung mencapai 1.298,48 kilometer yang terbagi dalam 65 ruas jalan. Pendataan awal menemukan 6.756 lubang, namun jumlah tersebut meningkat menjadi 7.174 titik setelah dilakukan survei lanjutan.

Meski demikian, BPJN tidak merinci lokasi titik jalan yang telah diperbaiki. Ketidakjelasan data tersebut memicu tanda tanya di tengah masyarakat, karena fakta di lapangan menunjukkan masih banyak ruas jalan nasional yang rusak dan berlubang.

Sejumlah pengguna jalan bahkan menilai klaim progres hampir 80 persen perbaikan tersebut terkesan prematur dan tidak mencerminkan kondisi sebenarnya di lapangan.

Apalagi, arus mudik Lebaran diperkirakan akan segera meningkat dalam waktu dekat. Jika kerusakan jalan tidak segera ditangani secara menyeluruh, kondisi tersebut berpotensi menimbulkan kecelakaan bagi para pemudik yang melintas di ruas jalan nasional Lampung.(*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Post ADS 1