Komisi II DPRD Lampung Dukung Pengadaan Mesin Pengering untuk Petani

LEGISLATIF – Anggota Komisi II DPRD Provinsi Lampung, Mikdar Ilyas, menilai kebijakan Gubernur Rahmat Mirzani Djausal terkait pengadaan mesin pengering (dryer) hasil panen pertanian merupakan langkah strategis yang berpihak langsung kepada petani.

Menurut Mikdar, sebagai provinsi lumbung pangan nasional untuk komoditas padi, singkong, dan jagung, Lampung kerap menghadapi persoalan klasik saat panen raya serentak. Melimpahnya hasil panen sering tidak diimbangi dengan daya serap pasar, sehingga harga anjlok dan hasil panen berisiko rusak.

“Ketika panen berbarengan, petani selalu khawatir hasilnya tidak tertampung. Kalau dibiarkan, bisa busuk dan harga jatuh. Ini jelas merugikan petani,” ujar Mikdar, Selasa (3/2/2026).

Politisi Partai Gerindra ini menegaskan bahwa sejak kepemimpinan Mirza, sektor pertanian menunjukkan kemajuan signifikan, salah satunya melalui pengadaan mesin pengering yang dapat dimanfaatkan untuk padi, jagung, singkong, hingga kopi, sekaligus menjadi solusi menghadapi musim hujan.

Pada 2025, Pemerintah Provinsi Lampung menganggarkan 20 unit mesin pengering, ditambah 80 unit sehingga total menjadi 100 unit melalui APBD murni dan APBD perubahan. Satu unit mesin pengering mampu mengeringkan hingga 20 ton hasil panen dalam dua hari, sehingga seluruh mesin dapat menangani sekitar 2.000 ton hasil pertanian secara optimal.

Mikdar menekankan bahwa ke depan setiap desa penghasil komoditas pertanian diharapkan memiliki mesin pengering sendiri untuk memaksimalkan potensi hasil panen dan meningkatkan nilai tambah bagi petani. Bantuan mesin disalurkan melalui Dinas Pertanian dan dikelola oleh kelompok tani, dengan pengadaan alat difasilitasi Pemprov Lampung, sedangkan biaya operasional ditanggung mandiri oleh kelompok.

“Selain membantu pascapanen, ada nilai tambah ekonomi karena hasil pertanian yang sudah dikeringkan tentu memiliki harga jual lebih baik,” katanya.

Dengan dukungan kebijakan gubernur dan pemerintah pusat, termasuk pupuk subsidi, bibit unggul, pupuk organik cair, dan mesin pengering, Mikdar optimistis Lampung dapat melesat menjadi provinsi penghasil pangan nomor satu di Indonesia, dari posisi sebelumnya peringkat empat.(*)

Pos terkait

Post ADS 1