IBANDAR LAMPUNG — Rencana Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung membangun Gedung Olahraga (GOR) Modern yang digaungkan Wali Kota Eva Dwiana sejak Oktober 2025 hingga kini belum menunjukkan progres fisik di lapangan.
Padahal, rencana pembangunan fasilitas olahraga tersebut sempat menjadi perhatian publik dan mendapat sambutan positif dari para penggiat olahraga di Kota Bandar Lampung.
Rencana itu disampaikan langsung oleh Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana. Pada 27 Oktober 2025, Eva diketahui meninjau lokasi yang disebut sebagai calon pembangunan GOR Modern di kawasan Kemiling. Dokumentasi peninjauan tersebut juga sempat diunggah melalui akun media sosial pribadi Eva Dwiana.
Saat itu, GOR Modern digadang-gadang menjadi salah satu fasilitas olahraga representatif bagi masyarakat sekaligus mendukung pembinaan atlet Kota Bandar Lampung. Bahkan, pembangunan fasilitas tersebut sempat ditargetkan rampung pada 2027.
Namun, hampir satu tahun setelah rencana tersebut disampaikan kepada publik, pembangunan GOR Modern belum terlihat memasuki tahap pembangunan fisik.
Menariknya, rencana tersebut juga disebut masih dalam proses perencanaan oleh organisasi perangkat daerah (OPD) terkait dan belum masuk pada pembahasan teknis maupun penganggaran secara resmi di DPRD Kota Bandar Lampung.
Ketua Komisi III DPRD Kota Bandar Lampung, Agus Jumadi, mengatakan pihaknya mengetahui adanya rencana pembangunan GOR Modern melalui informasi dari OPD terkait, yakni Dinas Pekerjaan Umum (PU) dan Bapperida.
“Informasi rencana pembangunan GOR ini bukan dari pemberitaan media, tetapi kami mendapatkan informasi dari OPD terkait, PU dan Bapperida,” kata Agus.
Menurutnya, DPRD masih menunggu proses perencanaan yang dilakukan OPD terkait sebagai dasar untuk melihat bagaimana realisasi pembangunan maupun kebutuhan anggarannya.
“Namun kami masih menunggu proses perencanaan dari OPD terkait untuk realisasi perencanaan dan anggaran pembangunan GOR tersebut,” ujarnya.
Agus mengapresiasi rencana pembangunan GOR Modern tersebut apabila benar-benar direalisasikan. Menurutnya, keberadaan fasilitas olahraga yang representatif sangat dibutuhkan untuk menunjang pembinaan atlet sekaligus memberikan ruang aktivitas olahraga bagi masyarakat.
“Kita apresiasi jika rencana ini benar-benar direalisasikan, karena tentunya ini menunjang para atlet dan penggiat olahraga,” katanya.
Meski demikian, Agus menegaskan bahwa pembangunan fasilitas olahraga dengan kebutuhan anggaran yang besar harus memiliki perencanaan yang matang, termasuk kejelasan tahapan pembangunan dan sumber anggarannya.
Terlebih, apabila pembangunan GOR Modern tersebut ditargetkan selesai pada 2027, maka proses perencanaan, penganggaran hingga pelaksanaan pembangunan harus segera memiliki kejelasan.
Agus memastikan rencana tersebut akan menjadi salah satu hal yang ditanyakan dalam proses penyusunan APBD Kota Bandar Lampung Tahun Anggaran 2027.
“Ini akan kita tanyakan dalam penyusunan anggaran 2027,” tegasnya.
Kondisi tersebut kini memunculkan pertanyaan mengenai sejauh mana keseriusan Pemkot Bandar Lampung merealisasikan rencana pembangunan GOR Modern yang sebelumnya telah diumumkan kepada masyarakat.
Sebab, jika target penyelesaian pembangunan dipatok pada 2027, sementara hingga Oktober 2026 proses perencanaan dan penganggaran masih ditunggu, maka waktu untuk merealisasikan proyek tersebut semakin terbatas.
Rencana yang sempat menjadi angin segar bagi dunia olahraga Kota Bandar Lampung itu kini kembali menunggu kepastian. Bukan hanya soal lokasi dan desain, tetapi juga kejelasan perencanaan, anggaran, tahapan pembangunan serta target penyelesaiannya.(bwo)













