Yusnadi: Pinjaman Rp1 Triliun untuk Jalan Harus Berdampak Nyata

BANDARLAMPUNG – Sekretaris Komisi IV DPRD Provinsi LampungYusnadi, menegaskan percepatan 62 paket pekerjaan jalan pada tahun anggaran 2026 harus memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Hal itu seiring dengan disetujuinya pinjaman daerah sebesar Rp1 triliun untuk sektor infrastruktur.

Menurut Yusnadi, persetujuan pinjaman tersebut bukan keputusan ringan karena berdampak pada beban fiskal daerah dalam jangka menengah hingga panjang. Karena itu, setiap rupiah harus menghasilkan peningkatan kualitas jalan yang benar-benar dirasakan masyarakat.

“Pinjaman Rp1 triliun ini sudah disepakati DPRD. Artinya, manfaatnya harus betul-betul dirasakan masyarakat. Jangan sampai daerah menanggung beban utang, tapi hasil pembangunan tidak optimal,” ujarnya, Rabu (11/2/2026).

Ia menekankan percepatan pekerjaan fisik yang direncanakan mulai Maret 2026 harus dibarengi perencanaan matang agar tidak menimbulkan persoalan kualitas konstruksi maupun efektivitas anggaran.

“Percepatan ini harus cermat. Jangan hanya mengejar waktu, tapi lupa memastikan pekerjaan sesuai spesifikasi dan tahan lama,” katanya.

Yusnadi juga mengingatkan keterbatasan fiskal daerah menuntut pemerintah provinsi selektif dalam menentukan prioritas ruas jalan. Fokus utama harus pada ruas dengan tingkat kerusakan tinggi serta memiliki peran penting dalam mobilitas dan aktivitas ekonomi masyarakat.

Selain itu, ia menilai peningkatan kualitas jalan tidak akan optimal tanpa penertiban kendaraan Over Dimension Over Loading (ODOL), yang menjadi salah satu penyebab utama kerusakan jalan.

“Kalau ODOL masih dibiarkan, sebaik apa pun jalan dibangun, umurnya tidak akan panjang. Ini harus menjadi perhatian serius semua pihak,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Provinsi Lampung, M. Taufiqullah, menyampaikan percepatan 62 paket pekerjaan merupakan arahan Gubernur Lampung agar pembangunan infrastruktur tidak lagi terkendala waktu pelaksanaan.

“Targetnya, setelah proses lelang selesai, pekerjaan fisik sudah bisa dimulai pada Maret 2026. Ini untuk menjawab kebutuhan masyarakat akan jalan yang mantap,” ujarnya.(*)

Pos terkait

Post ADS 1