RITME- Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Republik Indonesia resmi melantik dan mengambil sumpah 1.835 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) dalam kegiatan yang digelar secara daring dan luring pada Selasa (19/05).
Pada saat yang sama, di Provinsi Lampung, sebanyak 47 CPNS Bawaslu juga resmi dilantik menjadi PNS dalam prosesi yang berlangsung di Kantor Bawaslu Provinsi Lampung.
Koordinator Divisi Sumber Daya Manusia dan Organisasi Bawaslu Provinsi Lampung, Imam Bukhori, mengingatkan para pegawai yang baru dilantik untuk senantiasa bersyukur dan menjaga komitmen dalam menjalankan tugas. Ia menekankan bahwa status sebagai ASN organik Bawaslu harus diiringi dengan kesiapan bekerja secara optimal.
Imam juga menegaskan pentingnya fokus dalam bekerja serta menjaga lembaga. Menurutnya, para PNS yang baru dilantik merupakan bagian penting yang akan menentukan kualitas dan marwah Bawaslu ke depan.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa peningkatan kapasitas menjadi hal mutlak, mengingat tugas pengawasan pemilu kerap menuntut pemahaman lintas bidang. Para pegawai diminta untuk aktif mempelajari berbagai regulasi, seperti Peraturan Bawaslu (Perbawaslu), Peraturan KPU (PKPU), hingga aturan keuangan dan administrasi.
Dalam kesempatan itu, Imam juga menyoroti keterbatasan jumlah sumber daya manusia di lingkungan Bawaslu, khususnya di daerah. Ia menegaskan bahwa kondisi tersebut harus diimbangi dengan pola kerja kolektif kolegial sebagaimana diatur dalam Peraturan Bawaslu Nomor 3 Tahun 2022.
“Kalau kita ringkas, kerja kita harus gotong royong. Tidak boleh ada ego sektoral. Ini sering terjadi di kabupaten/kota, padahal kita bisa saling membantu,” tegasnya.
Di akhir arahannya, ia juga mengingatkan para pegawai untuk menjauhi perilaku negatif, seperti judi online, pinjaman online ilegal, serta konsumsi minuman keras. Menurutnya, hal-hal tersebut dapat merusak integritas pribadi maupun institusi.
“Pesan Ketua, tidak boleh judol, tidak boleh pinjol, dan kalau bisa tidak botol. Karena itu bisa menjadi sumber berbagai kerusakan,” tutupnya.
Pelantikan ini diharapkan menjadi momentum bagi para PNS Bawaslu untuk semakin profesional, berintegritas, serta mampu menjalankan tugas pengawasan pemilu secara maksimal demi menjaga kualitas demokrasi di Indonesia. (*)













