Dari Ruang DPRD ke Meja Biliar

BANDAR LAMPUNG — Dari ruang sidang DPRD Kota Bandar Lampung ke arena biliar, Wakil Ketua DPRD Kota Bandar Lampung Afrizal mendapat tantangan baru. Politisi Partai NasDem itu dipercaya Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Lampung menjadi Manager Cabang Olahraga (Cabor) Biliar untuk menghadapi Pekan Olahraga Wartawan Nasional (Porwanas) 2027 yang akan digelar di Lampung.

Penunjukan Afrizal ditandai dengan penyerahan Surat Keputusan (SK) oleh Ketua PWI Lampung Wirahadikusumah di Balai Wartawan Hi. Solfian Akhmad, Sabtu (22/8/2026).

Mandat tersebut menjadi menarik karena Afrizal tidak hanya dikenal sebagai salah satu pimpinan DPRD Kota Bandar Lampung dan politisi NasDem. Ia juga memiliki perhatian terhadap perkembangan olahraga biliar dan merupakan pemilik tempat biliar Faxi di Bandar Lampung.

Latar belakang tersebut menjadi salah satu modal bagi Afrizal untuk mengemban tugas membangun kekuatan tim biliar PWI Lampung. Terlebih, Lampung akan menjadi tuan rumah Porwanas 2027 sehingga peluang untuk meraih medali dari cabang olahraga tersebut terbuka lebar.

Ketua PWI Lampung Wirahadikusumah mengatakan, penunjukan Afrizal diharapkan mampu membawa cabor biliar Lampung mencapai prestasi terbaik pada Porwanas mendatang.

Menurut dia, Afrizal dinilai memiliki perhatian dan fokus terhadap olahraga biliar. Karena itu, PWI Lampung berharap pengalaman dan jejaring yang dimilikinya dapat dimanfaatkan untuk membangun tim yang kompetitif.

“Kami berharap beliau bisa menerima permintaan keluarga besar PWI untuk membawa cabor biliar mempersembahkan yang terbaik, tentunya juara pertama dan meraih medali emas. Selama ini kita belum mendapatkan medali emas dari biliar,” kata Wirahadikusumah.

Ia mengatakan status Lampung sebagai tuan rumah harus menjadi momentum untuk meningkatkan prestasi kontingen PWI Lampung. Persiapan, menurutnya, tidak dapat dilakukan secara mendadak dan harus dimulai jauh sebelum pertandingan berlangsung.

“Faktor tuan rumah sangat mendukung. Kami juga berharap atlet biliar bisa melakukan latihan secara intensif. Biliar ini sebenarnya merupakan salah satu lumbung medali, tetapi pada Porwanas di Kalimantan Selatan maupun Malang kita belum mendapatkan emas. Mudah-mudahan di Lampung bisa lebih maksimal,” ujarnya.

Wirahadikusumah menyebut cabor biliar memiliki peluang besar menjadi salah satu sumber medali bagi kontingen Lampung. Pada Porwanas 2027, terdapat tujuh atlet yang akan dipersiapkan untuk memperebutkan delapan medali emas.

“Artinya ada tujuh atlet dan delapan medali emas yang diperebutkan. Ini jumlah yang lumayan banyak. Jadi, kami berharap semua yang menjadi lumbung medali ini bisa kita raih secara maksimal,” katanya.

Bagi Afrizal, penunjukan tersebut bukan sekadar tugas tambahan. Ia melihat amanah PWI Lampung sebagai kesempatan untuk ikut membangun prestasi olahraga sekaligus memanfaatkan potensi besar atlet biliar di daerah.

Sebagai Wakil Ketua DPRD Kota Bandar Lampung, Afrizal selama ini menjalankan fungsi politik dan pemerintahan di tingkat legislatif. Namun di luar aktivitasnya sebagai wakil rakyat dan politisi NasDem, ia juga memiliki keterkaitan langsung dengan dunia biliar melalui usaha tempat latihan dan bermain biliar yang dikelolanya.

Afrizal mengatakan dirinya siap menjalankan kepercayaan yang diberikan PWI Lampung dan berupaya menjadikan biliar sebagai salah satu penyumbang medali bagi kontingen tuan rumah.

“Terima kasih banyak atas kepercayaannya untuk membantu dan menyukseskan Porwanas. Insyaallah kita akan maksimal. Karena Porwanas dilaksanakan di Lampung, tentunya banyak medali yang akan kita dapatkan, salah satunya dari biliar,” kata Afrizal.

Ia meminta dukungan dari keluarga besar PWI Lampung agar target tersebut dapat diwujudkan secara bersama-sama.

“Mohon doa dan dukungannya. Insyaallah kami akan berbuat yang terbaik dan kita buktikan bersama,” ujarnya.

Afrizal mengatakan langkah pertama yang akan dilakukan adalah membangun koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk melakukan pemetaan potensi atlet di seluruh wilayah Lampung.

Menurutnya, Lampung memiliki basis atlet yang cukup besar karena terdiri dari 15 kabupaten/kota. Kondisi tersebut menjadi peluang untuk menemukan bibit-bibit biliar yang memiliki kemampuan dan potensi untuk dikembangkan.

“Kita akan saling berkoordinasi dan mencari bibit yang terbaik di Lampung. Kita punya 15 kabupaten/kota, sehingga potensi atletnya cukup besar,” katanya.

Ia juga melihat perkembangan olahraga biliar di Bandar Lampung dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan tren yang positif. Munculnya sejumlah tempat biliar dinilai menjadi indikator bahwa olahraga tersebut semakin diminati masyarakat.

“Di Bandar Lampung juga sudah banyak tempat biliar. Artinya, biliar ini sudah menjadi olahraga yang berkembang dan memiliki potensi untuk kita bina lebih serius,” ujarnya.

PWI Lampung sebelumnya belum mampu meraih medali emas dari cabang biliar pada ajang Porwanas yang berlangsung di Kalimantan Selatan maupun Malang. Kondisi itu menjadi salah satu pekerjaan rumah yang ingin diperbaiki saat Lampung menjadi tuan rumah pada 2027.

Dengan target delapan medali emas, biliar menjadi salah satu cabang yang dipandang strategis dalam upaya mendongkrak prestasi kontingen PWI Lampung.

Afrizal akan menghadapi tugas untuk menggabungkan potensi atlet dari berbagai daerah dengan program pembinaan yang terarah. Penjaringan atlet, pemusatan latihan, peningkatan kualitas pertandingan, hingga kesiapan mental menjadi bagian penting yang harus dipersiapkan sejak awal.

Posisinya sebagai pimpinan DPRD dan politisi Partai NasDem juga memberikan latar belakang jejaring yang luas di lingkungan pemerintahan dan masyarakat. Namun, dalam tugas barunya di PWI Lampung, Afrizal dituntut membuktikan kapasitasnya melalui prestasi olahraga.

Dengan pengalaman dan kedekatannya dengan dunia biliar sebagai pemilik Faxi, Afrizal kini menghadapi target yang jelas: mengubah potensi biliar Lampung menjadi medali emas di hadapan publik sendiri.

PWI Lampung berharap status sebagai tuan rumah tidak hanya memberikan keuntungan dari sisi dukungan dan fasilitas, tetapi juga menjadi momentum untuk mencetak prestasi terbaik. Cabor biliar pun diharapkan tidak sekadar menjadi peserta Porwanas 2027, melainkan mampu menjadi salah satu mesin utama perolehan medali emas bagi kontingen Lampung.(Ria)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Post ADS 1