Diduga Ilegal, Tes Sweb Antigen Covid-19 di Bakauheni Seperti Rumah Makan Serbu

LAMPUNG SELATAN – Desa Bakauheni Kecamatan Bakauheni, Kabupaten Lampung Selatan, menjadi tempat menjamurnya layanan Tes Sweb Antigen, dan diduga ilegal.

Berdasarkan pantauan dilapangan, Rabu (29/12), semenjak diberlakukannya salah satu syarat pembelian tiket kapal Ferry yang diwajibkan melampirkan surat negatif tes covid-19 oleh pemerintah, Desa Bakauheni yang merupakan akses utama pintu masuk gerbang pulau sumatera itu berjejer tempat layanan tes antigen, yang diduga tidak mengantongi izin tempat praktek resmi untuk melakukan tes sweb antigen dari Dinas Kesehatan Kabupaten Lampung Selatan.

Bacaan Lainnya

Sementara, data yang didapat, untuk di wilayah Kecamatan Bakauheni, tempat yang dijadikan untuk praktek melakukan tes sweb antigen bukan klinik khusus untuk kegiatan pelayanan kesehatan, melainkan rumah makan. Jika demikian, tentunya yang menjadi pertanyaan, limbah kesehatan di buang kemana…?

Menurut informasi, setiap orang yang membawa calon pengguna jasa penyeberangan Pelabuhan Bakauheni yang akan melakukan tes sweb antigen mendapatkan Fee sebesar Rp.20.000 sampai Rp.30.000 dari pengelola tempat layanan tes sweb antigen.

Salah satu calon pengguna jasa penyeberangan pelabuhan bakauheni saat dikonfirmasi menyampaikan, dirinya dikenakan biaya sebesar Rp. 109.000 saat tes sweb antigen.

“Sebelum masuk pelabuhan bakauheni, saya ditawari tes sweb antigen oleh seseorang yang berdiri di pinggir jalan raya, lalu diarahkan ketempat tes sweb antigen.” Ujar salah satu calon pengguna jasa kapal ferry yang namanya enggan disebutkan. (TIM)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Post ADS 1