Bandar Lampung – Persiapan tim biliar Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Lampung menuju Pekan Olahraga Wartawan Nasional (Porwanas) XV di Lampung terus dimatangkan. Salah satunya melalui latih tanding antaratlet biliar yang digelar untuk mengukur kemampuan sekaligus mematangkan strategi pertandingan.
Latih tanding tersebut dijadwalkan berlangsung Selasa, 25 Agustus 2026, mulai pukul 13.00 WIB hingga selesai, di Rumah Billiard Faxi, Pahoman, Bandar Lampung.
Penanggung Jawab Cabor Biliar PWI Lampung, Sahroni yusuf, mengatakan latih tanding menjadi bagian penting dalam membangun kesiapan atlet sebelum menghadapi persaingan di Porwanas XV.
Menurutnya, selain mengasah teknik, kegiatan tersebut menjadi kesempatan bagi para atlet untuk menguji stroke, akurasi shot, penguasaan cue ball, membaca angle, position play, hingga kemampuan menjaga konsentrasi dalam situasi pertandingan.
“Latih tanding ini untuk melihat sejauh mana kesiapan atlet. Kami ingin para pemain semakin matang secara teknik maupun mental sebelum tampil di Porwanas XV,” ujar Sahroni Yusuf.
Pada Porwanas XV mendatang, cabor biliar akan mempertandingkan delapan kategori dengan total delapan medali emas yang diperebutkan.
Delapan kategori tersebut terdiri atas, Single Bola 8, Single Bola 9, Single Bola 10, Double Bola 8, Double Bola 9, Double Bola 10, Double Mix Bola 9, Beregu Bola 9.
Dari delapan medali emas yang tersedia, Sahroni, sapaan akrab-wartawan fotografer senior lampung ini. memasang target tinggi. Tim biliar PWI Lampung ditargetkan mampu meraih sedikitnya lima medali emas.
Target tersebut menjadi motivasi bagi para atlet untuk terus meningkatkan kualitas permainan. Setiap sesi latihan dan latih tanding diarahkan untuk menemukan komposisi pemain terbaik, termasuk pasangan double, double mix, maupun formasi beregu.
“Target kami lima medali emas dari delapan yang diperebutkan. Tentu ini bukan target yang ringan, tetapi kami optimistis dengan persiapan dan kerja keras para atlet,” kata Sahroni.
Dalam pertandingan biliar, kemampuan teknis harus berjalan beriringan dengan strategi. Pemain tidak cukup hanya mampu memasukkan object ball ke pocket, tetapi juga harus mampu mengatur posisi cue ball untuk mendapatkan shot berikutnya.
Begitu pula dalam nomor double dan beregu. Komunikasi, pembagian strategi, pemilihan shot serta kemampuan membaca permainan rekan menjadi faktor penting. Kesalahan satu pemain dapat memengaruhi jalannya pertandingan secara keseluruhan.
Karena itu, latih tanding juga dimanfaatkan untuk membangun chemistry antarpemain. Para atlet diberikan ruang untuk mencoba berbagai pola permainan sekaligus mengevaluasi kekurangan yang masih perlu diperbaiki.
Sahrini berharap dukungan seluruh jajaran PWI Lampung dan rekan-rekan wartawan dapat memberikan energi positif bagi para atlet.
“Porwanas XV ini berlangsung di Lampung. Tentu kami ingin memberikan hasil terbaik dan menunjukkan bahwa atlet biliar PWI Lampung siap bersaing. Kami mohon dukungan dan doa dari seluruh keluarga besar PWI Lampung,” ujarnya.
Dengan delapan medali emas yang diperebutkan dan target lima emas yang dicanangkan, persaingan di meja hijau Porwanas XV dipastikan menjadi tantangan tersendiri.
Kini, para atlet biliar PWI Lampung terus mematangkan break, mempertajam stroke, mengontrol cue ball dan membaca setiap angle. Dari meja latihan itulah target lima emas mulai diperjuangkan.
(Atika–Tim Humas Porwanas-HPN Lampung)













