JAPFA Perkuat Pemenuhan Gizi Anak di Lampung, Dukung Visi Indonesia Emas 2045

RITME – PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JAPFA) kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung peningkatan kualitas gizi anak Indonesia melalui program JAPFA for Kids yang tahun ini genap memasuki usia 18 tahun. Momentum tersebut diperingati melalui Media Gathering Apresiasi Karya Jurnalistik JAPFA (AKJJ) 2026 yang digelar di Bandar Lampung, Kamis (30/7/2026).

Mengusung tema “18 Tahun JAPFA for Kids: Kolaborasi untuk Generasi Penerus Bangsa – Dari Data, Fakta, hingga Cerita Lapangan”, kegiatan ini menjadi ajang memperkuat sinergi antara dunia usaha, media, pemerintah, sekolah, tenaga kesehatan, dan masyarakat dalam mendorong pemenuhan gizi anak sebagai fondasi menuju Indonesia Emas 2045.

Program JAPFA for Kids di Kabupaten Lampung Selatan tahun ini menjangkau 15 sekolah, 2.051 siswa, dan 165 guru melalui berbagai kegiatan edukasi gizi seimbang, pembiasaan pola hidup sehat, serta pendampingan bagi sekolah dan tenaga pendidik.

Head of Unit RPA Lampung JAPFA, Muzammil, mengatakan selama 18 tahun berjalan, JAPFA for Kids terus berupaya menjadi bagian dari solusi dalam meningkatkan kualitas gizi dan kesehatan anak Indonesia.

“Sejak pertama kali dijalankan pada 2008, JAPFA for Kids telah menjadikan Lampung sebagai salah satu wilayah implementasi program. Kami berharap semakin banyak anak memperoleh manfaat dari program ini sekaligus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah, sekolah, tenaga kesehatan, masyarakat, dan media untuk mewujudkan generasi Indonesia yang lebih sehat, cerdas, dan berkualitas,” kata Muzammil.

Sejak dilaksanakan pertama kali pada 2008, Provinsi Lampung menjadi salah satu daerah yang secara konsisten menjalankan program JAPFA for Kids. Hingga 2026, program tersebut telah menjangkau 69 sekolah dengan lebih dari 13.400 siswa di berbagai kabupaten.

Kegiatan yang dilakukan meliputi edukasi empat pilar gizi seimbang, kampanye konsumsi protein hewani, pemantauan status gizi siswa, pelatihan guru, serta pendampingan sekolah dalam membangun kebiasaan hidup sehat sejak dini.

Komitmen tersebut sejalan dengan prioritas pemerintah dalam mempercepat perbaikan gizi nasional sebagai investasi pembangunan sumber daya manusia unggul. Pemenuhan gizi anak menjadi salah satu fondasi utama dalam mencetak generasi sehat, cerdas, produktif, dan berdaya saing untuk mewujudkan Visi Indonesia Emas 2045.

Berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023, sebanyak 11 persen anak usia 5–12 tahun masih berada pada kategori gizi kurang dan gizi buruk berdasarkan indikator Indeks Massa Tubuh menurut Umur (IMT/U). Sementara itu, pemantauan JAPFA di tujuh lokasi pelaksanaan program sepanjang 2024 menunjukkan sekitar 10,1 persen siswa masih mengalami kondisi serupa.

Data tersebut menunjukkan bahwa persoalan pemenuhan gizi anak masih memerlukan upaya yang berkelanjutan. Karena itu, kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, media, institusi pendidikan, tenaga kesehatan, dan masyarakat menjadi kunci untuk menciptakan generasi Indonesia yang sehat, tangguh, dan siap menyongsong Indonesia Emas 2045.(*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Post ADS 1